Selasa, 08 Februari 2011

Pengertian Turbo Basic

Turbo Basic

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tampilan dari Turbo Basic 1.1 (1987).
Turbo Basic adalah kompiler BASIC dan dialek yang awalnya dibuat oleh Robert 'Bob' Zale dan kemudian dibeli serta diperdagangkan oleh oleh Borland. Saat Borland memutuskan untuk menghentikan pengembangannya, Robert Zale membelinya kembali dari Borland, mengganti namanya menjadi PowerBASIC dan kemudian mendirikan perusahaan PowerBASIC Inc. untuk melanjutkan dukungan dan pengembangan perangkat lunak tersebut.[1]
Perangkat lunak ini umum digunakan pada era tahun 1987-88 dan menampilkan "layar hitam" sebagai ciri khas Borland yang serupa dengan Turbo Pascal 4.0, Turbo C 1.0/1.5, dan Turbo Prolog 1.1. Borland tidak mengadopsi ciri khas "layar biru" pada lingkungan pengembangan terintegrasi hingga periode 1989 saat Turbo C 2.0, Turbo C++ 1.1, dan lain-lain ditembangkan. Saat ini, Turbo Basic dan Turbo Prolog sudah tidak lagi diperdagangkan.
Tidak seperti implementasi BASIC yang ada umumnya saat ini, Turbo Basic merupakan kompiler yang benar-benar menghasilkan kode biner yang langsung dapat dijalankan pada sistem operasi MS-DOS. Sementara produk lainnya merupakan sebuah interpreter, atau pcode (pseudo code) yang sangat bergantung pada sebuah pustaka runtime. Lingkungan pengembangan terintegrasi yang ada dapat menjalankan program BASIC untuk kebutuhan debugging, atau menghasilkan file EXE untuk MS-DOS yang benar-benar mandiri dan dapat dijalankan pada sistem lain meski tanpa melibatkan produk Turbo Basic atau keberadaan pustaka runtime.

[sunting] Contoh kode

Program berikut merupakan contoh dari dialek BASIC yang mirip ALGOL yang didukung oleh Turbo Basic. Tidak seperti BASIC tradisional yang menggunakan nomor bari dan memiliki keterbatasan dalam hal struktur kontrol, serta tidak mendukung subrutin dengan dialek seperti ALGOL:
INPUT "Siapa nama anda:", A$
 PRINT "Halo "; A$
 DO
   S$ = ""
   INPUT "Berapa banyak bintang yang akan ditampilkan"; S
   FOR I = 1 TO S
     S$ = S$ + "*"
   NEXT I
   PRINT S$
   DO 
     INPUT "Anda ingin menampilan lebih banyak tanda bintang"; Q$
   LOOP WHILE LEN(Q$) = 0
   Q$ = LEFT$ (Q$, 1)
 LOOP WHILE (Q$ = "Y") OR (Q$ = "y")
 PRINT "Sampai jumpa "; A$

Senin, 10 Januari 2011

Perulangan Algoritma

PROSES PERULANGAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMMAN

Sesi/Perkuliahan
Tujuan Instruksional Khusus :
Agar mahasiswa dapat membuat program dengan proses pemutaran kembali (looping).

Pokok Bahasan : PENGULANGAN PEMBACAAN DATA

Deskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan mempelajari tentang pembuatan progrm dengan menggunakan proses pemutaran kembali (looping) dan menggunakan Panji/Flag. Statemen ini berguna untuk mengikuti perkuliahan berikutnya tentang satemen input.

Referensi :
1. Seri Diktat Kuliah : Pengantar Algoritma dan Pemrograman : Teknik diagram alur dan bahasa Basic Dasar, Penerbit Gunadarma
2. Yay Singleman, Business Programming Logic 2nd –ed, Prentice Hall Engelwood Cliffs, NewJersey, 1982.
3. Gottfried, Programming in BASIC, MC Graw Hil, Ne York, 1981.
4. Insap Santosa, Program-program Terapan Menggunakan Quick Basic, Andi Yogyakarta.
5. Jogiyanto, Teori dan Aplikasi dan Program Komputer Bahasa Basic, Andi Yogyakarta.
6. Rijanto Tosin, Quick Basic, Dinastindo.







PENGULANGAN DAN PEMBACAAN DATA



1. PENGULANGAN TUNGGAL
Untuk menghindari penulisan instruksi secara berulangan (looping), QuickBASIC menyediakan statement FOR-NEXT. Dimana banyaknya iterasi pengulangan dapat ditentukan. Perhatikan contoh program di bawah ini :

CLS
PRINT “KOMPUTER”
PRINT “KOMPUTER”
PRINT “KOMPUTER”
PRINT “KOMPUTER”
PRINT “KOMPUTER”
END

Penulisan program di atas tidak efisien karena terjadi pengulangan statement, dalam hal ini statement PRINT diulang sebanyak 5 kali. Di bawah ini program yang identik dengan program di atas.

CLS
FOR I = 1 TO 5
PRINT “KOMPUTER”
NEXT I
END

OUTPUT :
KOMPUTER
KOMPUTER
KOMPUTER
KOMPUTER
KOMPUTER


• Statement yang akan diproses berulang diletakkan di antara FOR dan NEXT
• FOR I = 1 TO 5 berarti pengulangan yang harus dilakukan adalah sebanyak 5 kali. Variabel I digunakan sebagai indikator pengulangan. Proses pengulangan akan berhenti jika variable I telah mencapai 5.

Contoh :
CLS
BARIS = 5
FOR KOLOM = 10 TO 15
LOCATE BARIS, KOLOM : PRINT “KOMPUTER”
BARIS = BARIS + 1
NEXT KOLOM
END

OUTPUT :
KOMPUTER
KOMPUTER
KOMPUTER
KOMPUTER
KOMPUTER

Jumlah statement yang dapat diletakkan di antara statement FOR-NEXT tidak terbatas hanya satu baris statement saja. Penggunaan kata STEP 2 pada statement FOR K = 1 TO 20 berarti variabel K akan bertambah sebanyak 2. Proses pengulangan berakhir jika nilai variabel K lebih besar dari 20.

Contoh :
CLS
PRINT “ LANGKAH KE NILAI VARIABEL K”
PRINT “ -------------------------------------------------------“
FORMAT$ = “ ## ## “
COUNTER = 1
FOR K = 1 TO 20 STEP 2
PRINT USING FORMAT$; COUNTER; K
COUNTER = COUNTER + 1
NEXT K
END

OUTPUT :
LANGKAH KE NILAI VARIABEL K
1 1
2 3
3 5
4 7
5 9
6 11
7 13
8 15
9 17
10 19



Contoh :
CLS
PRINT “ LANGKAH KE NILAI VARIABEL K”
PRINT “ -------------------------------------------------------“
FORMAT$ = “ ## ## “
COUNTER = 1
FOR K = 20 TO 1 STEP -2
PRINT USING FORMAT$; COUNTER; K
COUNTER = COUNTER + 1
NEXT K
END

OUTPUT :
LANGKAH KE NILAI VARIABEL K
1 20
2 18
3 16
4 14
5 12
6 10
7 8
8 6
9 4
10 2

• Penggunaan STEP -2 pada statement FOR K = 20 TO 1 menyebabkan nilai variabel K berkurang sebanyak 2, dimana nilai awalnya adalah 20.
• Proses pengulangan akan berakhir jika variabel K lebih kecil dari 1.


Contoh :
CLS
DATA 10
DATA “DATA PERTAMA” , “DATA KE DUA”, “DATA KE TIGA”
DATA “DATA KE EMPAT” , “DATA KE LIMA”, “DATA KE ENAM”
DATA “DATA KE TUJUH” , “DATA KE DELAPAN”
DATA “DATA KE SEMBILAN” , “DATA KE SEPULUH”
‘ ………. BACA DATA ……….
READ JUMDATA
FOR I = 1 TO JUMDATA
READ TEKS$
PRINT TEKS$
NEXT I
PRINT “ ………. DATA SELESAI DI BACA ……….”
END

OUTPUT :
DATA PERTAMA
DATA KE DUA
DATA KE TIGA
DATA KE EMPAT
DATA KE LIMA
DATA KE ENAM
DATA KE TUJUH
DATA KE DELAPAN
DATA KE SEMBILAN
DATA KE SEPULUH
………. DATA SELESAI DI BACA ……….


• Untuk menentukan banyaknya pengulangan dapat digunakan variabel.
• Pada contoh di atas terlihat pada statement FOR I = 1 TO JUMDATA, nilai JUMDATA diletakkan statement DATA 10 dan diakses melalui statement READ JUMDATA.
• Pengulangan akan berakhir bila nilai variabel I lebih besar dari nilai variabel JUMDATA.

Contoh :
CLS
COUNTER = 1
FOR I = 1 TO 20
IF COUNTER = 7 THEN EXIT FOR
PRINT “PENGULANGAN KE “; I
COUNTER = COUNTER + 1
NEXT I
PRINT “ ………. PROSES PENGULANGAN SELESAI ……….”
END

OUTPUT :
PENGULANGAN KE 1
PENGULANGAN KE 2
PENGULANGAN KE 3
PENGULANGAN KE 4
PENGULANGAN KE 5
PENGULANGAN KE 6
………. PROSES PENGULANGAN SELESAI ……….

• Pengulangan dapat dihentikan dengan EXIT FOR
• Pada baris statement IF COUNTER = 7 THEN EXIT FOR menyebabkan pengulangan dihentikan jjika counter mencapai 7.
• Statement EXIT FOR menyebabkan pengulangan dihentikan, dimana proses selanjutnya yang akan dikerjakan adalah statement yang terletak setelah statement NEXT.


2. PENGULANGAN JAMAK

Pengulangan jamak dikenal sebagai Nested Looping yang merupakan pengulangan yang terjadi di dalam suatu pengulangan. Perhatikan bentuk bagan di bawah ini :

FOR I = ………….
Statement 1
Statement 2
FOR J = ……….
Statement 3
Statement 4
NEXT J
NEXT I

pada bagan di atas terlihat bahwa di dalam statement FOR I ……NEXT I terdapat pengulangan lain yaitu statement FOR J …….. NEXT J

Contoh aplikasi dengan memanfaatkan pengulangan jamak (nested looping) :
CLS
PRINT “ VARIABEL I VARIABEL J “
PRINT “ =============================”
BARIS = 3
FOR I = 1 TO 3
LOCATE BARIS,6 : PRINT I
FOR J = 1 TO 5
LOCATE BARIS, 25 : PRINT J
BARIS = BARIS + 1
NEXT J
LOCATE BARIS, 1
PRINT “ -------------------------------------------------“
BARIS = BARIS + 1
NEXT I
END
OUTPUT :
VARIABEL I VARIABEL J
========================================
1 1
2
3
4
5
--------------------------------------------------
2 1
2
3
4
5
--------------------------------------------------
3 1
2
3
4
5
--------------------------------------------------

3. PERINTAH WHILE …WEND

Statement WHILE ….. WEND merupakan alternatif lain untuk melakukan pengulangan proses.


WHILE kondisi1
Statement1
…………. Blok -1
………….
WEND


• Jika kondisi BENAR, maka proses selanjutnya yang akan dikerjakan adalah kelompok statement yang terletak di dalam blok-1.
• Setelah itu, proses akan kembali melakukan pengecekan kondisi.
• Proses pengulangan instruksi akan berakhir jika kondisi bernilai SALAH.


Contoh :
CLS
HITUNG = 0
WHILE HITUNG < 7
PRINT HITUNG
HITUNG = HITUNG + 1
WEND
PRINT “PROSES PENGULANGAN SELESAI”
PRINT “KARENA NILAI VARIABEL HITUNG = “; HITUNG
END

OUTPUT :
0
1
2
3
4
5
6
PROSES PENGULANGAN SELESAI
KARENA NILAI VARIABEL HITUNG = 7


• Jika nilai HITUNG lebih kecil dari 7, proses akan mengerjakan kelompok statement yang terletak diantara WHILE dan WEND.
• Setelah itu, proses kembali ke baris WHILE untuk memeriksa apakah nilai HITUNG masih lebih kecil dari 7.
• Jika nilai HITUNG masih lebih kecil dari 7, proses kembali mengerjakan kelompok statement yang terletak diantara WHILE dan WEND.
• Pengulangan ini dilakukan sampai nilai HITUNG lebih besar atau sama dengan 7.
• Setelah proses pengulangan berakhir, statement berikutnya yang dikerjakan adalah statement yang terletak di bawah kata WEND yaitu PRINT “PROSES PENGULANGAN SELESAI”


Ada alternatif bentuk penulisan WHILE ….. WEND lain, yaitu memakai bentuk WHILE ….. WEND bertingkat . Perhatikan bagan di bawah ini:



WHILE kondisi1
Statement1
………….
WHILE kondisi2
Statement4
………….. blok-2 blok-1
…………..
WEND
Statement7
………….
WEND


• Pada bagan di atas terlihat, di dalam statement WHILE ….. WEND pertama terdapat statement WHILE ….. WEND lain.
• Jika kondisi 1 bernilai BENAR, maka prose berikut yang akan dikerjakan adalah kelompok statement yang terletak di dalam blok-1.

Contoh :
CLS
PRINT “ VARIABEL A VARIABEL B “
PRINT “ =============================”
A = 3
WHILE A > 0
PRINT TAB(5) ; A ;
B = 3
WHILE B > 0
PRINT TAB(25) ; B
B = B – 1
WEND
PRINT “------------------------------------------------“
A = A – 1
WEND
END


OUTPUT :
VARIABEL A VARIABEL B
==============================
3 3
2
1
---------------------------------------------------
2 3
2
1
----------------------------------------------------
1 3
2
1
----------------------------------------------------

• Pada contoh di atas terdapat dua pengulangan, pengulangan pertama ditentukan berdasarkan variabel A.
• Pengulangan ini akan berakhir jika variabel A = 0 , sedangkan pengulangan kedua terjadi di dalam pengulangan pertama.
• Pengulangan kedua ditentukan berdasarkan variabel B. Pengulangan ini akan berakhir jika variabel B = 0.


PERINTAH DO LOOP

Statement DO LOOP merupakan alternatif lain pengulangan proses. Cara kerjanya mirip statement WHILE ….. WEND. Namun statement DO LOOP lebih fleksibel, sebab pada statement DO LOOP terdapat fasilitas untuk keluar dari pengulangan, tanpa harus memenuhi kondisi yang telah ditetapkan. Ada 4 macam statement DO LOOP, yaitu:

1. DO WHILE ….. LOOP
2. DO UNTIL ….. LOOP
3. DO ….. LOOP WHILE
4. DO ….. LOOP UNTIL

PERINTAH DO WHILE ….. LOOP

Perhatikan bagan di bawah ini :


DO WHILE kondisi1
Statement1
………….
…………. Blok-1
………….
LOOP

• Jika kondisi1 bernilai BENAR, maka proses selanjutnya yang akan dikerjakan adalah kelompok statement yang terletak di dalam blok-1.
• Proses ini dilakukan secara berulang dan akan berakhir jika kondisi1 bernilai SALAH.

Contoh :
CLS
HITUNG = 10
DO WHILE HITUNG > 1
PRINT HITUNG
IF HITUNG = 5 THEN EXIT DO
HITUNG = HITUNG – 1
LOOP
PRINT “PROSES SELESAI”
END

OUTPUT :
10
9
7
6
5
PROSES SELESAI

• Pengulangan dilakukan selama nilai pada variabel HITUNG lebih besar dari 1.
• Dengan adanya statement IF HITUNG = 5 THEN EXIT DO maka pengulangan akan berakhir jika nilai pada variabel HITUNG = 5.








PERINTAH DO UNTIL ….. LOOP

Statement ini mempunyai bentuk sebagai berikut :



DO UNTIL kondisi1
Statement1
…………. Blok-1
………….
LOOP

• Proses pengulangan akan berakhir jika kondisi telah terpenuhi.
• Prose pengulangan akan terus berlangsung selama kondisi1 belum terpenuhi.

Contoh :
CLS
HITUNG = 10
DO WHILE HITUNG > 1
PRINT HITUNG
HITUNG = HITUNG – 1
LOOP
PRINT “PROSES SELESAI”
END

• Pada contoh di atas, statement DO menggunakan WHILE.
• Pengulangan akan terus berlangsung selama nilai pada variabel HITUNG > 1.
• Jika kita menggunakan kata UNTIL pada statement DO, maka contoh program di atas menjadi :


HITUNG = 10
DO UNTIL HITUNG <= 1
PRINT HITUNG
HITUNG = HITUNG – 1
LOOP
PRINT “PROSES SELESAI”
END


• Pada contoh di atas, proses pengulangan akan terus berlangsung sampai nilai pada variabel HITUNG lebih kecil atau sama dengan 1.

OUTPUT :

10
9
8
7
6
5
4
3
2
PROSES SELESAI

PERINTAH DO ….. LOOP WHILE

Pada statement ini, proses pemeriksaan kondisi akan dilakukan setelah proses di dalam blok DO ….. LOOP dikerjakan.

DO
Statement1
………….
………….
LOOP WHILE kondisi1

• Pengulangan akan berakhir jika kondisi1 bernilai benar.

Contoh :
JWB$ = “ “
DO
CLS
INPUT JWB$
LOOP WHILE JWB$ <> “Y” AND JWB$ <> “Y”
END

• Pengulangan akan berakhir jika isi variabel JWB$ = “Y”.
• Sebelum dilakukan pemeriksaan kondisi tersebut statement di dalam blok DO … LOOP telah dikerjakan terlebih dahulu.


PERINTAH DO … LOOP UNTIL
Statement ini mempunyai bentuk sebagai berikut :

DO
Statement1
…………. Blok1
………….
LOOP UNTIL kondisi1

• Pengulangan di dalam blok statement akan berakhir jika kondisi1 telah terpenuhi atau bernilai benar.

Contoh :
JUMLAH = 0
CLS
DO
JUMLAH = JUMLAH + 1
PRINT “********************”
LOOP UNTIL JUMLAH = 5
END

• Proses pengulangan akan berakhir jika nilai pada variabel JUMLAH = 5


PERINTAH EXIT DO

Statement EXIT DO merupakan suatu cara untuk keluar dari proses pengulangan di dalam blok statement DO …. LOOP. Perhatikan bagan di bawah ini :

DO
Statement1
…………. Blok1
IF kondisi2 THEN EXIT DO
………….
………….
LOOP UNTIL kondisi1
Statement2

• Jika kondisi1 bernilai BENAR, proses akan dilanjutkan ke kelompok statement yang terletak di blok-1.
• Proses ini dilakukan berulang dan akan berakhir jika kondisi1 bernilai SALAH atau nilai kondisi2 bernilai BENAR.
• Dalam blok-1 terdapat statement pencabangan lain yaitu IF kondisi2 THEN EXIT DO.
• Jika kondisi2 bernilai BENAR, proses akan keluar dari blok-1 dan dilanjutkan dengan mengerjakan statement yang terletak setelah kata LOOP.
• Walaupun kondisi1 masih bernilai BENAR maka proses pengulangan akan berakhir, jika kondisi2 juga bernilai BENAR.

Contoh :
CLS
HITUNG = 10
DO WHILE HITUNG > 1
PRINT HITUNG
IF HITUNG = 5 THEN EXIT DO
HITUNG = HITUNG – 1
LOOP
PRINT “PROSES SELESAI”
END

OUTPUT :
10
9
8
7
6
5
PROSES SELESAI

• Proses pengulangan dilakukan selama nilai HITUNG > 1
• Tetapi dengan adanya statement IF HITUNG = 5 THEN EXIT DO, maka pengulangan akan berakhir jika variabel HITUNG = 5.

gambar gambar flowchart

FLOWCHART
388 × 461 - 24 k - png
izarblack.blogspot.com
Flowchart adalah
534 × 532 - 8 k - gif
viria-third.blogspot.com
The program flowchart is
476 × 554 - 9 k - png
arievens.wordpress.com
How to make a flowchart.
459 × 450 - 6 k - gif
flowhelp.com
GTD Flowchart + Nozbe +
500 × 626 - 56 k - png
posterous.com
procrastination-flowchart/
1024 × 773 - 183 k - jpg
fajran.web.id
File:Consensus-flowchar
307 × 385 - 13 k - png
commons.wikimedia.org
and humorous, flowchart
500 × 665 - 46 k - jpg
nedmartin.org
Website Launch Flowchart
1152 × 1512 - 733 k - jpg
bilke.wordpress.com
Flow Chart
669 × 575 - 19 k - gif
kotagadis.com
Text-To-Flowchart
800 × 600 - 169 k - jpg
shareme.com
flowchart yang sama.
419 × 473 - 13 k - png
technodizi.blogspot.com
Flowchart.
480 × 360 - 57 k - jpg
filebuzz.com
Flowchart
500 × 417 - 56 k - jpg
franksblog...
disebut dengan flow chart
624 × 518 - 31 k - png
ydelicious.wordpress.com
Improved Bacon Flowchart
386 × 500 - 80 k - jpg
flickr.com
Decision-making flowchart
531 × 500 - 5 k - gif
walter.arizona.edu
Flash Website Flowchart.
450 × 325 - 47 k - jpg
thegooglecache.com
This Geek Flowchart from
432 × 438 - 44 k - jpg
mentalfloss.com
this flowchart is full
931 × 608 - 91 k - jpg
forum.insomnia.ac